Header Logo

Layanan

Pengertian HemodialisisHemodialisis adalah suatu prosedur medis untuk membersihkan darah dengan menggunakan mesin ketika ginjal tidak dapat berfungsi dengan baik. Prosedur ini bekerja dengan cara mengalirkan darah pasien keluar tubuh melalui selang, kemudian darah tersebut disaring di dalam mesin dialisis untuk membuang racun, kelebihan cairan, serta sisa metabolisme. Setelah itu, darah yang sudah bersih dikembalikan lagi ke tubuh pasien.Hemodialisis biasanya diberikan kepada pasien yang mengalami gagal ginjal kronis atau penurunan fungsi ginjal yang sangat berat, sehingga tubuh tidak mampu membuang zat beracun secara normal.Inti dari hemodialisis:Menggantikan fungsi ginjal sementaraMembersihkan darah dari racun dan limbah tubuhMengatur keseimbangan cairan dan elektrolitDilakukan secara rutin, umumnya 2–3 kali per minggu selama beberapa jam
Foto Lihat Dokumen

Pengertian Alat CT Scan

CT Scan (Computed Tomography Scan) adalah alat pencitraan medis yang menggunakan sinar-X dan komputer untuk menghasilkan gambar tubuh secara lebih detail dan berlapis-lapis dibandingkan rontgen biasa.

Alat CT Scan dapat menampilkan gambaran organ, tulang, pembuluh darah, dan jaringan tubuh dengan sangat jelas sehingga membantu dokter dalam mendiagnosis penyakit, cedera, atau kelainan tertentu.

Cara Kerja Singkat CT Scan

  1. Pasien berbaring di meja pemeriksaan.

  2. Meja bergerak masuk ke dalam mesin berbentuk cincin (gantry).

  3. Alat memancarkan sinar-X dari berbagai sudut.

  4. Komputer mengolah data menjadi gambar 2D atau 3D yang detail.

Fungsi Utama CT Scan

  • Mendeteksi tumor atau kanker

  • Melihat kondisi organ dalam (paru-paru, jantung, hati, ginjal, dll.)

  • Menilai cedera akibat kecelakaan

  • Mendeteksi pendarahan atau stroke

  • Membantu perencanaan operasi

Foto Lihat Dokumen

Apa Itu Hyperbaric Chamber?

Hyperbaric Chamber adalah sebuah ruangan tertutup atau tabung silinder khusus yang dibangun sedemikian rupa sehingga mampu menahan tekanan udara ekstrim dan diisi penuh dengan oksigen murni. Sebagai gambaran, udara normal yang kita hirup sehari-hari hanya terdiri dari sekitar 21 persen oksigen. Saat menjalani prosedur di dalam ruangan hiperbarik, tekanan udara akan ditingkatkan secara perlahan dan presisi oleh tenaga kesehatan profesional yang mengawasi di luar tabung.

Konsep kerja terapi hiperbarik ini mengacu pada Hukum Henry dalam ilmu fisika gas, yang menyebutkan bahwa kuantitas gas yang larut dalam sebuah cairan akan berbanding lurus dengan besaran tekanan gas di atas cairan tersebut. Lewat peningkatan tekanan atmosfer di dalam chamber, kadar oksigen yang terlarut di dalam cairan plasma darah pasien akan melonjak tajam. Plasma darah yang jenuh dengan oksigen ini sangat lincah dan mampu menembus pembuluh kapiler yang mengalami penyumbatan, sehingga jaringan yang sekarat akibat hipoksia (kekurangan oksigen) dapat kembali diselamatkan.

Foto Lihat Dokumen

Transcranial Magnetic Stimulation (TMS) adalah sebuah prosedur medis non-invasif yang menggunakan medan magnet untuk merangsang sel-sel saraf di dalam otak. Kata “non-invasif” berarti prosedur ini tidak memerlukan sayatan bedah, suntikan, atau pemasangan alat di dalam tubuh. Alat TMS diletakkan tepat di atas kulit kepala pasien untuk mengirimkan impuls magnetik yang menembus tulang tengkorak dan langsung menuju ke jaringan otak.

Awalnya, TMS dikembangkan pada tahun 1985 sebagai alat diagnostik untuk memetakan fungsi otak dan mengevaluasi kerusakan pada sistem saraf pusat. Namun, seiring berjalannya waktu dan berbagai penelitian klinis, para ilmuwan menemukan bahwa memberikan stimulasi magnetik secara berulang—yang kemudian dikenal dengan istilah Repetitive Transcranial Magnetic Stimulation (rTMS)—dapat mengubah aktivitas sel saraf secara jangka panjang. Hal inilah yang kemudian dimanfaatkan sebagai terapi untuk mengobati berbagai gangguan psikiatrik dan neurologis, terutama Major Depressive Disorder (MDD) atau depresi mayor.

Foto Lihat Dokumen

Cathlab (catheterization laboratory) merupakan fasilitas penting di rumah sakit yang membantu dokter menangani penyakit jantung dan pembuluh darah. Fasilitas ini membuat proses diagnosis lebih cepat dan akurat, sekaligus mendukung pengobatan yang minim luka. 
Selain itu, risiko komplikasi berat dapat ditekan, sementara pasien bisa pulih lebih cepat berkat pemantauan real-time dengan alat canggih.


Prosedur yang Dilakukan di Cathlab

Sebagian besar prosedur di cathlab dilakukan dengan teknik yang disebut kateterisasi jantung. Dalam prosedur ini, dokter akan memasukkan kateter atau selang tipis ke dalam pembuluh darah hingga mencapai jantung atau bagian tubuh lain yang bermasalah.


Melalui kateter tersebut, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dapat melakukan berbagai pemeriksaan sekaligus tindakan medis sesuai dengan kebutuhan pasien.


Berikut prosedur yang dapat dilakukan di cathlab:


1. Angiografi

Prosedur ini digunakan untuk memeriksa kondisi pembuluh darah dengan bantuan zat pewarna khusus dan rontgen. Melalui angiografi, dokter dapat mendeteksi penyempitan, sumbatan, atau kelainan lain pada pembuluh darah yang sering menjadi penyebab penyakit jantung koroner.


2. Angioplasti 

Angioplasti
dilakukan di cathlab dengan tujuan untuk membuka pembuluh darah yang menyempit akibat penumpukan plak. Dokter akan memasukkan balon kecil melalui kateter, lalu mengembangkannya agar aliran darah kembali lancar.


3. Pemasangan stent

Stent adalah cincin kecil yang ditempatkan di dalam pembuluh darah untuk menjaga agar tetap terbuka. Prosedur ini biasanya dilakukan di cathlab pada pasien dengan penyakit jantung koroner untuk menurunkan risiko sumbatan berulang.


4. Elektrofisiologi jantung

Elektrofisiologi jantung
bertujuan mengevaluasi aktivitas listrik di jantung dan mendeteksi gangguan irama (aritmia). Prosedur ini dilakukan di cathlab dengan bantuan kateter khusus. Melalui kateter ini, dokter juga dapat memberikan terapi untuk menormalkan detak jantung yang tidak teratur.


5. Pemasangan alat pacu jantung

Pemasangan alat pacu jantung dilakukan di cathlab untuk pasien dengan detak jantung yang terlalu lambat atau tidak teratur (bradikardia). Alat ini berfungsi membantu mengatur ritme jantung agar tetap stabil.


6. Ablasi

Tindakan ini dilakukan di cathlab dengan cara menghancurkan jaringan kecil di jantung yang menjadi penyebab aritmia. Ablasi membantu menormalkan detak jantung dan mencegah gangguan irama kambuh kembali.

Foto Lihat Dokumen

  Electroencephalography (EEG) merupakan pemeriksaan yang dilakukan dengan menggunakan cakram logam kecil bernama elektroda yang diletakkan pada kulit kepala. Tes ini dilakukan untuk mendeteksi aktivitas listrik di otak. Umumnya, EEG adalah jenis pemeriksaan yang dilakukan untuk mendeteksi penyakit epilepsi. Pada pemeriksaan ini, alat yang digunakan akan merekam aktivitas sel-sel otak dan menunjukkannya sebagai garis bergelombang.

EEG kuantitatif (qEEG) adalah analisis EEG yang dilakukan secara digital. EEG kuantitatif juga dikenal sebagai pemetaan otak alias brain mapping. Baik EEG dan qEEG bisa digunakan oleh para ahli untuk mengevaluasi fungsi otak. Hasil pemeriksaan ini juga bisa digunakan untuk melacak perubahan fungsi otak yang bisa terjadi karena berbagai intervensi, misalnya konsumsi obat-obatan tertentu.

 merupakan pemeriksaan yang dilakukan dengan menggunakan cakram logam kecil bernama elektroda yang diletakkan pada kulit kepala. Tes ini dilakukan untuk mendeteksi aktivitas listrik di otak. Umumnya, EEG adalah jenis pemeriksaan yang dilakukan untuk mendeteksi penyakit epilepsi. Pada pemeriksaan ini, alat yang digunakan akan merekam aktivitas sel-sel otak dan menunjukkannya sebagai garis bergelombang.

EEG kuantitatif (qEEG) adalah analisis EEG yang dilakukan secara digital. EEG kuantitatif juga dikenal sebagai pemetaan otak alias brain mapping. Baik EEG dan qEEG bisa digunakan oleh para ahli untuk mengevaluasi fungsi otak. Hasil pemeriksaan ini juga bisa digunakan untuk melacak perubahan fungsi otak yang bisa terjadi karena berbagai intervensi, misalnya konsumsi obat-obatan tertentu.

Foto Lihat Dokumen

Instalasi Gawat Darurat (IGD) 24 Jam adalah unit pelayanan di rumah sakit yang memberikan pelayanan medis bagi pasien dengan kondisi gawat dan/atau darurat secara terus-menerus selama 24 jam sehari, 7 hari dalam seminggu. Pelayanan IGD bertujuan melakukan pemeriksaan awal, triase, tindakan penyelamatan jiwa, stabilisasi kondisi pasien, serta menentukan tindak lanjut atau rujukan sesuai kebutuhan medis. 
Foto Lihat Dokumen

Info Kontak

Jl. Majapahit No.1, Samofa, Kec. Samofa, Kabupaten Biak Numfor, Papua 98111

Copyright © RSUD Kabupaten Biak Numfor